Ketika Allah Swt memerintahkan Rasulullah Saw untuk berdakwah secara
terang-terangan, maka Rasulullah serta orang orang yang beriman
berhamburan keluar dari sudut sudut ruang tersembunyi untuk menyampaikan
risalah dakwah kepada masyarakat Makkah secara terbuka. Rasulullah saw,
kemudian berkhotbah mengumpulkan masyarakat Makkah menyampaikan berita
tentang agama yang dirisalhkan Allah kepadanya, yakni agama Islam.
Menyerukan agar menyembah hanya kepada satu Tuhan saja yaitu Allah Swt,
meninggalkan berhala atau dewa2 yang terbuat dari kayu dan batu yang
tidak lain buatan mereka sendiri.
Khutbah Rasulullah saw, ditentang oleh para kafir Quraiys. Terlebih
oleh pamannya sendiri yaitu Abu Jahal. Sejak itu dakwah Rasulullah
mendapat tantangan demi tantangan, intimidasi terhadap kaum mukminin
semakin membuat resah Rasulullah serta para sahabatnya. Ketika suasana
Makkah semakin tak kondusif, Allah Swt, menguji Rasulullah dengan
meninggalnya istrinya Siti Khadijah dan pamannya Abu Tholib. maka
hilanglah perlindungan atas diri Rasulullah Saw. Keadaan ini sangat
dimanfaatkan oleh kaum kafir Quraiys, mereka semakin berani dan beringas
memusuhi dan memerangi serta menghadang gerak dakwah Rasulullah serta
para sahabatnya.
Dirasa dakwah sulit diterima, serta jiwa sangat terancam, maka
Rasulullah memutuskan Hijrah ke Yatsrib ( Madinah ), Para Kaum Kafir
Quraiys berupaya dengan berbagai cara untuk mencegahnya. maka mereka
kaum Kafir QUraisy mengadakan pertemuan di Darun Nadwah ( Aula Pertemuan
) untuk membicarakan masalah hijrah yang telah dimulai oleh para
sahabat Muhammad SAW.
Tokoh tokoh Quraisy yang hadir dalam pertemuan di Darun Nadwah
diantaranya : Abu Sufyan Shakhr bin Harb, Abu Jahl Amru bin Hisyam,
Utbah bin Rabi’ah bin Abdi Syams, Umayah bin Khalaf al-Jumahi, Jubair
bin Muth’im bin Adiy, Abu al-Bukhturi bin Hisyam, An-Nadhr bin
al-Harits, Hakim bin Hizam, Zam’ah bin al-Aswad, Nabih dan Munabbih (
dua putra al-Hajjaj ), dan para pemimpin Quraisy lainnya, juga dihadiri
oleh utusan utusan dari kabilah kabilah lainnya.
Ketika musyawarah berlangsung dalam suasana yang panas karena
mempertahankan pendapat2nya, lalu terdengar suara setan dalam bentuk
seorang Syaikh dari Najd danberkata kepada semua yang hadir dalam
Musyawarah itu ;”Para Hadirin, perkenankan aku mengajak kalian semua
agar membicarakan hal ini dengan kepala dingin dan logis. Kalian semua
adalah pemimpin Quraisy yang menjadi pusat perhatian bangsa arab. JIka
kalian bersepakat pada satu hal, tidak akan ada seorangpun di Jazirah
arab ini yang akan menetang kalian. Namun jika kalian gagal mencapai
suatu kesepakatan, maka tidak akan ada seorang arab pun yang akan setia
dan mematuhi suatu kesepakatan pun setelah hari ini, Oleh karena itu
pergunakan akal kalian dengan baik, ambillah satu kesepakatan dengan
tepat dan tidak dapat diganggu gugat. Dengan hal itulah kalian akan
tetap solid dan dapat menjaga kedudukan kalian.”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar: